Selasa, 07 Juni 2011

PESAN SAHABAT UNTUK SAHABAT

*Memasuki Bulan Rajab*.

Hari ini kita telah berada pada tanggal 3 Rajab 1432 H. itu berarti kita telah memasuki bulan yang penuh dengan keutamaan, kemuliaan dan penghormatan. Bulan yang sangat tepat untuk memperbanyak amal ibadah dan istighfar guna memasuki bulan Sya’ban dan persiapan menyambut Ramadhan.

Rasulullah SAW. ketika memasuki awal Rajab senantiasa berdoa,

Allahumma baariklana fii Rojaba wa Sya'bana wa baligna Romadhon.

Ya Allah berkahi hidup kami di bulan Rajab ini, dan juga di bulan Sya'ban, serta panjangkan umur kami hingga bulan Ramadhon.

Ibarat menanam tanaman, Rajab adalah bulan kita menanam benih-benihnya, Sya’ban kita menyirami dan memupuknya, sedang Ramadhan kita memanen hasilnya. Itulah keterkaitan tiga bulan tersebut. Demikianlah apa yang dikatakan oleh Imam Abu Bakar Al Warraq Al Balkhi. Beliau juga berkata, “Perumpamaan Rajab seperti angin, Sya’ban seperti awan (mendung)nya dan Ramadhan ibarat hujannya.”

Rajab tergolong salah satu dari Al Asyahrul Hurum, bulan-bulan penuh kehormatan dan kemuliaan, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW.

Diantara kemuliaan yang ada di dalam bulan Rajab, adalah terkabulnya doa-doa hamba di dalamnya, terutama pada malam pertamanya, dalam sebuah hadits Rasulullah SAW. bersabda,

Lima malam, tidak akan ditolak doa-doa didalamnya : awal Rajab, malam nisfu Sya’ban, malam Jum’at, malam Idul Fitri dan malam an Nahr(Idul Adha). (HR. Ibnu ‘Asakir)

Rajab adalah bulan Allah SWT. yang dituangkan di dalamnya rahmat kepada hamba-hamba-Nya. Rasulullah SAW. bersabda,

Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadhan bulan umatku. (Hadits mursal dari Al Hasan AL Bashri)

Dengan berdasarkan hadits di atas, maka sebagian Ulama’ menyebutkan bahwa Rajab adalah bulan istighfar dan taubat kepada Allah sesuai dengan istilah ‘Rajab bulan Allah’. Sebagai hamba Allah, hendaknya di bulan Allah ini kita banyak bertaubat kepada-Nya, kembali kepada-Nya dan meminta maaf sepenuh hati ke hadirat Ilahi, agar benar-benar diampuni dan didekatkan kepada-Nya.

Mari teman kita isi bulan Rajab ini dengan doa serta istighfar dan semoga Allah SWT. berkenan atas doa yang kita panjatkan kepada-Nya.

Astaghfirulloohal adziim.

Astaghfirulloohal adziim.

Astaghfirulloohal adziim.

Alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaiih. Min jamii’il ma’aashii wadz dzunuubi wa atuubu ilaiih min jamii’i maa karihalloohu qoulaw wafi’law wasam’aw wabashrow wahaadliroo.

Alloohumma innii astaghfiruka lima qoddamtu wamaa akhkhortu wamaa asroftu wamaa asrortu wamaa a’langtu wamaa angta a’lamu bihii minnii. Angtal muqoddimu wa angtal mu-akhkhiru wa angta ‘alaa kulli syai-ing qodiir.

Alloohumma innii astaghfiruka ming kulli dzambing tubtu ilaika minhu tsumma ‘udtu fiihi wa astaghfiruka bimaa arodtu bihii wajhakal kariim fakholath-tuhu bima laisa lakabihi ridow wa astaghfiruka bima wa’adtuka bihii nafsii tsumma akhlaftuka wa astaghfiruka bimaa da’aalii ilaihil hawaa ming qoblir rukhoshi mimmasy tabaha ‘alayya wahuwa ingdaka makhdzuur.

Wa astaghfiruka minan ni’amil latii an’amta bihaa ‘alayya fashoroftuhaa wataqow waitu bihaa ‘alal ma’aashii. Wa astaghfiruka minadz dzunuubil latii laayaghfiruha ghoiruka walaa yath-tholi’uu ‘alaihaa ahadung siwaaka walaa yasa’uhaa illaa rohmatuka wahilmuka walaa yungjii minhaa illaa ‘afwukaa.

Wa astaghfiruka ming kulli yamiinin halaftu bihaa fahanats-tu fiihaa wa-anaa ‘ingdaka ma-khuudzum bihaa wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa angta subhaanaka innii kungtu minazh zhoolimiin.

Wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa angta ‘aalimul ghoibi wasy-syahaadati mingkulli sayyi-atin ‘amiltuhaa fii bayaadlin nahaari wasawaadil laili fii mala-iw wakhola-iw wasirriw wa’alaa niyatiw wa angta ilayya naazhirun idzar takabtuhaa taro maa aataituhu minal ‘ishyaani bihii ‘amdan au khothooan au nis-yaanan yaa haliimu yaa kariim. wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa angta subhaanaka innii kungtu minazh-zhoolimiin. Robbigh firlii warhamnii watub ‘alayya wa angta khoirur roohimiin.

Wa astaghfiruka ming kulli fariidlotiw wajabat ‘alayya fii aanaa-il laili wa athroofinnahaar. Fataroktuhaa ‘amdan au khothoo-an au nis-yaanan au tahaawunaw wa anaa mas-uulum bihaa wamingkulli sunnatin min sunani sayyidil mursaliin. Wakhootamin nabiyyiina muhammadin sholalloohu ‘alaihi wasallam. fataroktuhaa ghoflatan au sahwan au jahlan au tahaawunaa. Qollat aukatsurot wa anaa ‘aaidum bihaa.

Wa astaghfiruka yaa laa ilaahaillaa angta wahdaka laa syariikalaka subhaanaka robbal ‘aalamiin. Lakal mulku walakal hamdu walakasy syukru wa angta hasbunaa wani’mal wakiil. Ni’mal maulaa wani’man nashiir. Walaa haulaa walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil azhiim. Wa sholalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa aalihii wa shohbihii wasallam. Tasliimang katsiiroo. Walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin.

Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, Yang Tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup Tegak. Aku bertaubat kepada-Nya dari segala perbuatan maksiat dan dosa. Aku bertaubat kepada- Nya dari segala ucapan, perilaku, pendengaran, penglihatan dan perasaan yang Engkau benci.

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon ampun kepada-Mu dari segala dosa yang telah lalu dan yang kemudian, yang melewati batas, yang aku sembunyikan dan yang terang-terangan serta dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dari pada aku. Engkau yang Qadim dan yang akhir, dan Engkau atas segala sesuatu berkuasa.

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon ampun kepada-Mu dari setiap dosa, aku bertaubat kepada-Mu dari dosa yang kemudian diulanginya. Aku mohon ampun kepada-Mu atas amal yang tujuannya untuk-Mu tetapi dicampuri hal-hal yang tidak Engkau ridhoi.

Aku mohon ampun kepada-Mu atas khianatku terhadap janji-Mu padaku, dan aku mohon ampun kepada-Mu atas pelanggaran terhadap sesuatu yang terlarang.

Aku mohon ampun kepada-Mu dari segala nikmat pemberian-Mu padaku yang aku menyalah gunakannya pada perbuatan durhaka, dan aku memohon ampun atas segala dosa yang tiada pengampunnya kecuali Engkau, dan tidak menampakkannya kepada seorangpun selain kepada-Mu, dan tidak melapangkannya kecuali rahmat dan santunan-Mu dan tidak dapat selamat darinya kecuali atas ampunan-Mu.

Aku mohon ampun kepada-Mu dari setiap sumpah yang aku langgar, dan aku mohon ampun kepada-Mu wahai Dzat yang tiada Tuhan kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, bahwasanya aku menganiaya diri.

Aku mohon ampun kepada-Mu wahai Dzat yang tiada Tuhan kecuali Engkau Yang Mengetahui barang ghaib dan nyata, dari setiap kejahatan yang aku lakukan disiang hari ataupun malam, tersembunyi atau terang-terangan.

Engkau senantiasa melihat aku, setiap aku melakukan maksiat pasti Engkau melihatnya baik perilaku yang aku sengaja, salah ataupun lupa wahai Dzat yang Penyantun lagi Pemurah.

Dan aku memohon ampun kepada-Mu yang tiada Tuhan kecuali Engkau, Maha Suci Engkau bahwasanya aku menganiaya diri.

Ya Allah Tuhanku, ampunilah aku dan kasihanilah serta terimalah taubatku. Engkau sebaik-baik yang Mengasihi.

Aku mohon ampun kepada-Mu atas pelanggaranku meninggalkan ibadah fardhu yang diwajibkan kepadaku dalam sehari semalam, baik yang aku sengaja atau yang tidak, yang lupa atau yang aku abaikannya, dan aku dituntut karenanya dan dari setiap perjalanan (sunnah) nabi Muhammad SAW. yang aku tinggalkan karena lupa atau khilaf, dungu atau menggampangkannya, sedikit atau banyak dan aku mengulanginya.

Aku mohon ampun kepada-Mu wahai Dzat yang tiada Tuhan kecuali Engkau, Yang Esa, tiada sekutu bagi-Mu, Maha Suci Engkau Penguasa Alam Semesta, kepunyaan-Mu lah kerajaan, dan bagi-Mu lah segala puji dan syukur. Engkau yang mencukupi aku, Engkau adalah sebaik-baik Pelindung dan Penolong, tiada kekuatan dan kemampuan melakukan ibadah kepada-Mu serta menjauhi larangan-Mu kecuali dengan pertolongan dari-Mu Yang Luhur dan Agung.

Semoga Allah memberi shalawat dan salam sebanyak-banyaknya kepada Nabi Muhammad SAW., keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Segala Puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar